Di kuartal I-2026, segmen batu bara memberikan sumbangan terhadap pendapatan perseroan sebesar 3 persen, turun dari 42 persen pada kuartal I-2025. Hal ini juga imbas dari penurunan volume penjualan batu bara hingga 94 persen serta harga jual rata-rata (ASP) yang terkoreksi 10 persen.
Sementara itu, kontribusi sektor nikel melonjak menjadi 97 persen dengan kontribusi pendapatan USD345,9 juta, tumbuh 16 persen. Volume penjualan nikel tumbuh 40 persen, sedangkan ASP naik 29 persen secara tahunan.
Harum diketahui terlibat dalam sejumlah proyek nikel di Weda Bay lewat pertambangan nikel laterit di Halmahera Timur dan pengolahan dan pemurnian bijih nikel di Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah.
Setidaknya ada tiga smelter Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) yang dioperasikan perseroan bersama mitranya melalui PT Infei Metal Industry, PT Westrong Metal Industri, dan PT Sunny Metal Industry. Selain itu, melalui PT Blue Sparking Energy, perseroan juga telah memulai komersialisasi pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) sejak Maret 2026.
(Rahmat Fiansyah)