sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris

Market news editor Shifa Nurhaliza
28/07/2020 12:00 WIB
Deretan Menteri yang sempat berada di kabinet sejumlah Presiden, banyak yang beralih tugas menduduki sejumlah komisaris di berbagai perusahaan.
Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)
Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)
Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel) Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel) Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel) Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel) Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel) Punya Pengalaman Segudang, Deretan Mantan Menteri Ini Ditunjuk Jadi Komisaris. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)

IDXChannel – Deretan Menteri yang sempat berada di kabinet sejumlah Presiden, banyak yang beralih tugas menduduki sejumlah komisaris di berbagai perusahaan, baik di sektor energi, hingga konsumer. Mulai dari yang terbaru yakni Ignasius Jonan yang menjadi komisaris Unilever hingga mantan menteri keuangan Chatib basri yang menduduki komisaris Bank Mandiri.

Lantas seperti apa kapabilitas mereka di berbagai perusahaan tersebut, bagaimana kinerja perusahaan tersebut di bawah pengawasan mantan menteri ini? Berikut adalah deretan Menteri yang kini menjadi komisaris.

1. Ignasius Jonan (Komisaris Unilever Indonesia) :

Sejatinya Jonan adalah seorang praktisi manajemen dan keuangan dengan pengalaman sangat luas sebagai pemimpin di berbagai lembaga dan institusi berprestasi seperti Citibank, PT Bahana, hingga berbagai posisi Menteri. Melirik perjalanan kariernya, Jonan pernah memangku jabatan utama di Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Menteri Perhubungan (2014-2016) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016-2019).

2. Chatib Basri (Komisaris Bank Mandiri) :

Chatib Basri adalah seorang ahli ekonomi yang pernah menjabat Menteri Keuangan pada periode 2013-2014 dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013. Keahliannya terutama dalam bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia pernah duduk sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008) dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Dia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan menjadi Ash Centre Senior Fellow di Harvard Kennedy School 2015-2016.

3. Rudiantara (Komisaris Semen Indonesia) :

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara diangkat menjadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia Tbk menggantikan Sukarwo, yang juga mantan Gubernur Jawa Timur. Rudiantara juga pernah bergabung dengan Indosat dan Telkomsel, ia pernah menjabat CEO Bukitasam Transpacific Railways, CEO Transpacific Railways Infrastructure, dan Wakil Direktur Semen Gresik.

4. Muhammad Lukman Edy (Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) :

Lukman Edy, pria kelahiran Riau ini nyatanya lebih dikenal sebagai seorang politisi. Sebelum menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero), pada ranah eksekutif, Lukman Edy pernah menjabat sebagai Menteri pada kepemimpinan SBY periode pertama, yakni di Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) tahun 2006-2009. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB ini tercatat dua periode dia duduk di DPR RI yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Lukman Edy juga pernah ditunjuk Jokowi sebagai Direktur Saksi di Tim Kemenangan Nasional (TKN) pada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 yang lalu. Selama aktif di TKN itu pula, pria yang dikenal dengan panggilan LE ini aktif menjadi juru bicara mewakili TKN. Dan ia juga pernah menjadi ketua GAPENSI Provinsi Riau, juga pernah menjabat sebagai Ketua KADIN, Ketua AKAINDO, dan Ketua LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi)

5. Agus Martowardojo (Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk) :

Sebelum menjadi Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Agus memiliki segudang pengalaman di posisi penting baik di pemerintahan maupun korporasi. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode Mei 2010 hingga 18 April 2013. Ia juga pernah duduk sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada tahun 2005-2010. Kemudian, sebagai Direktur Utama Bank Permata 2002-2005 dan ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama Tokopedia sejak 2019. Ia pernah menjabat sebagai komisaris di perusahaan minyak, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sejak 30 April 2019, dan Komisaris Utama dan Komisaris Independen di PT Sarana Multi infrastruktur (Persero).

6. Archandra Tahar (Komisaris Utama PGN) :

Arcandra Tahar, Mantan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi jadi Komisaris Utama (Komut) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Arcandra Tahar pernah menjabat sebagai Menteri ESDM pada periode 27 Juli 2016-15 Agustus 2016. Namun, belum genap sebulan, posisi Arcandra sebagai menteri pun dengan berat hari harus dicopot karena status kewarganegaraan yang saat itu diduga sudah menjadi warga negara Amerika Serikat.

Arcandra kembali dipercaya Jokowi untuk masuk ke dalam kabinet kerja pada 14 Oktober 2016, sebagai Wakil Menteri ESDM Arcandra juga pernah bekerja sebagai Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center pada 1993-2001. Lalu pada tahun 2000 bekerja sebagai Technical Advisor Noble Denton. Dan kemudian menjadi Peneliti Technip Offshore pada 2001-2006.

Pada 2007-2009, Arcandra menjabat sebagai Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System. Lalu pada periode 2009-2013 ia menjabat sebagai Principal Horton Wison Deepwater. Kemudian, pada periode 2013-2016 ia juga sukses menjabat sebagai Presiden Petroneering di Houston.

7. Andrinof Chaniago (Wakil Komisaris Bank Mandiri) :

Andrinof Achir Chaniago dikenal sebagai seorang akademisi, peneliti dan pengamat kebijakan publik. Ia menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam Kabinet Kerja dari 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015. Andrinof merupakan Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia dan pendiri sekaligus direktur eksekutif Cirus Surveyors Group. Usai menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof diangkat sebagai Komisaris Utama PT Angkasa Pura I (Persero) pada 2015. Ia lalu diangkat sebagai Komisaris Utama BRI pada Maret 2017 dan pada 19 Februari 2020 ia diangkat menjadi Wakil Komut Bank Mandiri.

8. Saleh Husin (Komisaris INKP):

Mantan Menteri Perindustrian, Saleh Husin diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Kedua perusahan tersebut milik Grup Sinarmas. Saleh Husin diketahui sempat menjabat sebagai Direktur PT. Shelbi Pratama (1989-1990 ), Direktur PT. Mandrapura Aditama (1991-1996 ), PT. Ades Alfindo Putra Setia Tbk (1993-2005 ), PT. Kayu Sengon (1993-1996 ), PT. Sengon Mas Fajar Satryo (1993-1996), PT. Industri Kayu Parmin (1993-2000 ), Komiaris PT. Padang Surya Emas Timber (1993-2000 ), Direktur Utama PT. Ometraco Bina Jasa (1996-2000 ), PT. Gama Mitra Utama (1997-2006 ), Direktur PT. Varia Prima Bina Jasa sejak tahun 1998, Direktur utama PT. Sapta Kencana Buana sejak tahun 1998, Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Hanura (2009-2014 ), Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPR RI (2011-2014 ), Wakil Sekjen DPP Partai Hanura (2007-2012 ), Ketua DPP Partai Hanura (2012-2015), Menteri Perindustrian Republik Indonesia (2014-2016), Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura (2017-2020). Sebagai Presiden PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk sejak tahun Beliau diangkat sebagai Utama Komisaris Utama Perseroan.

9. Alwi Abdurrahman Shihab (Komisaris Askrindo) :

Alwi Abdurrahman Shihab adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang menjabat dari 21 Oktober 2004 hingga 6 Desember 2005. Sebelumnya Alwi juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 1999-2001 dan menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Beliau Komisaris Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo.

10. Dr. Sugiharto, SE. MBA (Komisaris Independen PT Regio Aviasi Industri) :

Sugiharto adalah mantan Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu pada 2004-2007. Selepas menjadi menteri BUMN, Pria kelahiran Medan 29 April 1955 itu, kemudian 2010 hingga 2015 Sugiharto dipercaya menjadi komisaris utama PT Pertamina. Pada periode 2010-2017, Sugiharto juga sempat menduduki sejumlah posisi seperti anggota BPA, komisaris utama, dan komisaris pada PT AJB Bumiputera 1912

Sejumlah jabatan korporasi yang sampai saat ini masih dipegang Sugiharto diantaranya adalah komisaris utama PT Jababeka Infrastruktur, komisaris utama dan independen PT GRHA 165 Tbk, komisaris utama PT Wahana Mandiri Indonesia, board of advisor Islamic Development Bank (IDB) member countries sovereign investment forum.

Jabatan lain yang masih dipegang Sugiharto hingga kini yakni regional advisor Air Liquide Group France, komisaris PT Regio Aviasi Industri, komisaris utama PT Bintang Energi Lestari, komisaris independen PT AJ Adisarana Wanaartha. (*)

Advertisement
Advertisement