AALI
9925
ABBA
298
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3460
ADHI
835
ADMF
7675
ADMG
190
ADRO
2280
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1330
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
314
ALMI
290
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.40
0.72%
+3.62
IHSG
6672.42
0.69%
+45.55
LQ45
950.23
0.73%
+6.89
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Gara-gara Arab Saudi, Harga Minyak Mentah Melonjak di USD71,28 per Barel

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 06 Desember 2021 11:45 WIB
Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya untuk pengiriman ke Asia dan Amerika Serikat, yang membuat harga minyak mentah melonjak.
Gara-gara Arab Saudi, Harga Minyak Mentah Melonjak di USD71,28 per Barel (FOTO: MNC Media)
Gara-gara Arab Saudi, Harga Minyak Mentah Melonjak di USD71,28 per Barel (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah pada perdagangan siang ini naik lebih dari  USD1 per barel. Hal ini setelah Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya untuk pengiriman ke Asia dan Amerika Serikat.

Pergerakan komoditas ini juga mendapat sentimen dari pembicaraan tidak langsung AS-Iran ihwal potensi menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang tampaknya menemui jalan buntu.

Pantauan hingga pukul 11:13 WIB, minyak mentah berjangka Brent naik 2,02 persen, menjadi USD 71,28 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di harga USD67,69 per barel, naik  2,16 persen dari sesi sebelumnya.

Kedua acuan minyak dunia tersebut mengalami rebound setelah sempat jatuh pada pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa varian virus corona baru Omicron dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Sementara itu pada hari Minggu kemarin (5/12), Arab Saudi resmi menaikkan harga jual resmi untuk bulan Januari di semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat sebesar 80 sen dari bulan sebelumnya.

Kenaikan harga terjadi di tengah adanya kabar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka Rusia, untuk terus meningkatkan pasokan sebesar 400.000 barel per hari pada Januari 2022, dilansir Reuters, Senin (6/12/2021).

Pergerakan harga minyak juga mendapat dukungan oleh berkurangnya prospek kenaikan ekspor minyak ke Iran setelah pembicaraan tidak langsung AS-Iran tentang kesepakatan nuklir 2015 terhenti pada pekan lalu.

Sejumlah pejabat Eropa mengutarakan kekecewaan mereka pada Jumat pekan lalu terhadap pemerintahan baru Iran yang dinilai garis keras. Pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan pada pertengahan minggu ini. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD