Dari sisi operasional, produksi amonia relatif stabil di level 198 ribu ton pada kuartal IV-2025.
Namun, volume penjualan meningkat menjadi 211 ribu ton, ditopang penjualan persediaan dari kuartal sebelumnya.
Harga jual amonia juga naik ke USD405 per ton, mengikuti tren kenaikan harga di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mendorong margin kotor amonia melejit ke 46 persen pada kuartal tersebut.
Sementara itu, segmen LPG mencatat margin kotor yang relatif stabil di level 41 persen. Penurunan harga jual akibat melemahnya harga CP Aramco berhasil diimbangi oleh peningkatan volume produksi.
Indo Premier Sekuritas menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi harga amonia ke depan.