Dengan asumsi harga amonia yang lebih tinggi, Indo Premier Sekuritas menaikkan proyeksi laba bersih ESSA untuk 2026 dan 2027 masing-masing menjadi USD103 juta dan USD120 juta, atau meningkat 144 persen hingga 178 persen dari estimasi sebelumnya.
Sejalan dengan itu, rekomendasi beli (buy) dipertahankan dengan target harga berbasis SOTP yang lebih tinggi di level Rp1.200 per saham, dari sebelumnya Rp1.000 per saham.
Dalam jangka panjang, ekspansi ESSA untuk menggandakan kapasitas amonia serta rencana masuk ke bisnis sustainable aviation fuel (SAF) dinilai menjadi kunci pembuka nilai tambah.
Meski demikian, risiko utama yang perlu dicermati adalah potensi pelemahan harga amonia yang lebih rendah dari perkiraan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.