Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen perdagangan LNG global, bahan baku utama amonia, menjadi titik krusial.
Berbeda dengan minyak yang memiliki kapasitas cadangan dari OPEC, pasokan LNG cenderung ketat sehingga lebih rentan terhadap gangguan distribusi.
Selain itu, tingkat penyimpanan gas di Eropa yang berada di level terendah sejak 2022 serta pemangkasan pasokan amonia global sekitar 5 persen dari Trinidad diperkirakan akan terus menopang harga.
Kenaikan harga pupuk juga memperkuat tren tersebut. Harga urea dan amonia tercatat melonjak tajam hingga 50 persen sejak pecahnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Bahkan jika tensi geopolitik mereda, normalisasi pasokan diperkirakan memerlukan waktu setidaknya satu bulan.