Sementara itu, The New York Times melaporkan Iran menerima proposal gencatan senjata dua pekan yang diajukan Pakistan dan telah disetujui oleh pemimpin tertinggi baru Iran.
Dewan Keamanan Tertinggi Iran mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal 10 poin kepada Amerika Serikat melalui Pakistan, kata media pemerintah, seperti dikutip Reuters. Iran juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan AS akan diadakan di Islamabad, Pakistan.
Pembicaraan dijadwalkan mulai 10 April, menurut laporan media pemerintah Iran. Iran menegaskan bahwa dialog dengan AS tidak berarti perang berakhir. Pihak Iran hanya akan menyetujui penutupan konflik setelah semua detail diselesaikan sesuai rencana 10 poin, kata media Iran.
Riset Indo Premier Sekuritas yang terbit pada 6 April 2026 menilai dinamika pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan komoditas global dan strategi investasi ke depan, terlepas dari apakah gencatan senjata benar-benar terjadi atau tidak.
Indo Premier menjelaskan Iran kemungkinan masih akan menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar utama dalam konflik karena jalur tersebut mengangkut sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.