Data pemerintah AS menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar mingguan yang lebih besar dari perkiraan, sehingga turut mendorong kenaikan harga.
Kontrak berjangka minyak Brent crude untuk pengiriman Juni naik untuk delapan hari berturut-turut dan ditutup melesat 6,1 persen ke USD118,03 per barel, tertinggi sejak 31 Maret.
Acuan global ini bahkan melanjutkan kenaikan setelah penutupan perdagangan hingga menyentuh USD120 per barel untuk pertama kalinya sejak Juni 2022.
Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni melambung 7 persen ke USD106,88 per barel, tertinggi sejak 7 April.
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut, seperti dikutip Reuters, Presiden AS Donald Trump telah meminta perusahaan minyak AS mencari cara untuk meredam dampak potensi blokade pelabuhan Iran oleh AS yang bisa berlangsung berbulan-bulan.