Hal ini memicu kekhawatiran potensi kekurangan pasokan di negara dengan konsumsi bahan bakar terbesar, terutama saat musim berkendara musim panas mulai berlangsung.
“Harga diperkirakan mendapat dukungan baru seiring mendekatnya musim panas, ketika permintaan produk meningkat dan bertemu dengan keterbatasan pasokan,” tulis analis RBC Capital Markets.
Di sisi lain, Abu Dhabi National Oil Company memberi tahu sebagian pelanggannya bahwa mereka dapat memuat dua jenis minyak mentah di luar Teluk bulan depan, karena Selat Hormuz masih ditutup, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut.
Investor juga menilai dampak keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari OPEC.
Analis tidak melihat dampak besar dalam jangka pendek.
“Dalam waktu dekat, produsen Timur Tengah diperkirakan tetap memasok minyak semaksimal mungkin ke pasar,” ujar Kepala Komoditas Investec, Callum Macpherson.