Di sisi lain, Indonesia masih menjadi faktor utama yang mengetatkan pasokan global.
Produksi dan ekspor batu bara Indonesia tercatat turun sekitar 8 persen secara tahunan dalam lima bulan pertama 2026.
Kondisi tersebut membuat pasar batu bara tetap ketat, tetapi belum sampai menciptakan supply shock.
Memasuki semester II-2026, keseimbangan pasokan dan permintaan diperkirakan membaik seiring meredanya tekanan akibat perang serta potensi kenaikan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 10-12 persen.
BRI Danareksa memperkirakan harga batu bara mengalami normalisasi pada semester II-2026.