Namun, rekomendasi taktis untuk tiga bulan ke depan diturunkan menjadi netral, seiring ruang kenaikan jangka pendek yang dinilai lebih terbatas.
Dari sisi valuasi, sektor batu bara saat ini diperdagangkan pada price-to-earnings (PE) 6,1 kali, atau sekitar 0,7 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, level tersebut menunjukkan pasar masih memperhitungkan tingkat ketidakpastian kebijakan yang relatif tinggi.
Padahal, tekanan pada sisi pasokan mulai mereda. Impor batu bara China dan India masing-masing turun 3 persen dan 18 persen secara tahunan.
Namun, permintaan dari negara-negara Asia Timur masih cukup menopang pasar, dengan impor Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan masing-masing tumbuh 4 persen, 3 persen, dan 20 persen secara tahunan.