Di sisi lain, risiko dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) diperkirakan mulai mereda.
Dari sisi kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kuartal II-2026 belum akan menunjukkan lonjakan laba yang signifikan bagi emiten batu bara.
Pendapatan diperkirakan membaik secara kuartalan, tetapi kenaikan ASP berpotensi tertinggal dibandingkan kenaikan harga batu bara acuan.
Hal ini terutama disebabkan oleh porsi penjualan DMO yang lebih tinggi.
Di saat yang sama, kenaikan biaya operasi berpotensi mengimbangi sebagian manfaat dari perbaikan pendapatan. Salah satu tekanan terbesar berasal dari harga high-speed diesel (HSD) domestik yang meningkat sekitar 35-40 persen secara kuartalan. (Aldo Fernando)