AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Harga CPO Melonjak, Mahkota Group (MGRO) Raup Pendapatan Rp2,2 T di Kuartal I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 10:52 WIB
PT Mahkota Group Tbk (MGRO) berhasil meraih pendapatan Rp2,22 triliun sepanjang kuartal I-2022, naik 80,01 persen dibanding periode sebelumnya.
Harga CPO Melonjak, Mahkota Group (MGRO) Raup Pendapatan Rp2,2 T di Kuartal I-2022 (FOTO: MNC Media)
Harga CPO Melonjak, Mahkota Group (MGRO) Raup Pendapatan Rp2,2 T di Kuartal I-2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Mahkota Group Tbk (MGRO), emiten perkebunan dan perdagangan kelapa sawit berhasil meraih pendapatan Rp2,22 triliun sepanjang kuartal I-2022. Pencapaian tersebut tumbuh 80,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,23 triliun.

Penjualan minyak sawit mentah / crude palm oil (CPO) kepada pihak ketiga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,88 triliun. Adapun yang lain adalah penjualan inti sawit dan turunan Rp308,67 miliar, cangkang Rp13,28 miliar, abu janjang Rp1,77 miliar, dan lain-lain Rp358,44 juta.

Adapun penjualan CPO kepada pihak berelasi hingga Maret 2022 mencapai Rp200,62 miliar, tumbuh setelah pada periode tahun lalu masih nihil. Demikian isi laporan keuangan interim perseroan di Keterbukaan Informasi, dikutip Kamis (12/5/2022).

Sayangnya, beban pokok pendapatan terdongkrak menjadi Rp2,05 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,06 triliun. Pos beban antara lain persediaan hingga pembelian bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) hingga CPO.

Alhasil, laba bruto perseroan adalah sebesar Rp171,26 miliar, masih lebih tinggi dari periode sama tahun lalu senilai Rp167,35 miliar. Setelah dipotong beban penjualan dan administrasi, perseroan menerima laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp10,36 miliar.

Adapun laba bersih perseroan menjadi Rp5,85 miliar. Capaian ini lebih baik daripada periode sama tahun lalu yang menderita kerugian Rp20,59 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham perseroan menjadi Rp1,66, setelah sebelumnya minus Rp5,83.

Per 31 Maret 2022, perseroan membukukan total aset sebesar Rp2,18 triliun, naik 20,20 persen dibandingkan akhir tahun 2021 sebesar Rp1,82 triliun. Pertumbuhan aset disebabkan karena kenaikan piutang usaha, persediaan, dan uang muka oleh sejumlah pelanggan.

Sebaliknya, liabilitas membengkak menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,11 triliun. Penyebabnya adalah pertambahan pinjaman bank hingga utang usaha ke pihak ketiga.

Jumlah ekuitas perseroan perseroan tumbuh dari Rp709,80 miliar, menjadi Rp716,35 miliar. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD