sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Menguat, Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/09/2026 15:07 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), ditopang kenaikan harga minyak kedelai di Dalian.
Harga CPO Menguat, Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan. (Foto: Magnific)
Harga CPO Menguat, Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), ditopang kenaikan harga minyak kedelai di Dalian. Dengan demikian, kontrak CPO berpotensi mencatat kenaikan secara mingguan.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,2 persen menjadi 4.914 ringgit Malaysia per ton hingga jeda perdagangan siang.

Secara mingguan, kontrak tersebut telah menguat 0,35 persen.

Trader proprietary dari perusahaan perdagangan berbasis Kuala Lumpur, Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan harga CPO menguat mengikuti kenaikan harga minyak kedelai di Dalian.

"Kami melihat level support di 4.900 ringgit dan resistance di 5.080 ringgit," ujar David, dikutip Reuters.

Di Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan naik 0,07 persen, sementara kontrak minyak sawit turun 0,17 persen. Sementara, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 0,31 persen.

Pergerakan harga CPO turut mengikuti harga minyak nabati pesaingnya karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.

Sementara itu, stok minyak sawit Malaysia diperkirakan naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan pada Agustus.

Kenaikan tersebut didorong oleh produksi yang mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan, sementara ekspor mengalami penurunan, berdasarkan survei Reuters.

Harga minyak mentah juga menguat dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli.

Peningkatan ketegangan serta kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel karena keduanya bersaing dalam penggunaan energi nabati.

Di Indonesia, perusahaan perkebunan sawit milik negara, Agrinas Palma Nusantara, menargetkan produksi minyak sawit mencapai 1,5 juta ton pada tahun depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Agrinas Mohammad Abdul Ghani.

Di sisi lain, upaya Indonesia untuk meningkatkan kendali atas harga komoditas sumber daya alam (SDA) melalui pembentukan bursa komoditas baru diperkirakan menghadapi tantangan dalam bersaing dengan bursa yang telah mapan.

Kebijakan tersebut juga berisiko menimbulkan dampak berlawanan jika keikutsertaan pelaku pasar diwajibkan. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement