sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Produksi Lampaui Permintaan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/04/2026 15:33 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Jumat (10/4/2026), tertekan kekhawatiran bahwa kenaikan produksi.
Harga CPO Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Produksi Lampaui Permintaan. (Foto: Freepik)
Harga CPO Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Produksi Lampaui Permintaan. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Jumat (10/4/2026), tertekan kekhawatiran bahwa kenaikan produksi dapat melampaui permintaan di tengah perang Timur Tengah yang masih berlangsung.

Meski demikian, data resmi menunjukkan persediaan turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada Maret.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,12 persen menjadi 4.591 ringgit Malaysia per ton metrik pada 14.57 WIB.

Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut telah melemah sekitar 5 persen dan berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama dalam enam pekan.

Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia turun bulan lalu, sementara produksi meningkat 7,21 persen dan ekspor melonjak 40,69 persen.

Direktur broker Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, mengatakan memasuki puncak musim produksi pada April, Mei, dan Juni, pelemahan permintaan akibat perang Timur Tengah serta kenaikan biaya pengiriman akan mulai tercermin pada data ekspor periode 1-10 April.

“Jika ekspor gagal mengimbangi kenaikan produksi musiman, stok akhir tidak terhindarkan akan kembali meningkat dan membatasi pemulihan harga dalam jangka pendek. Ekspor harus tetap kuat, tetapi melihat kondisi saat ini, hal tersebut akan sulit,” ujarnya, dikutip Reuters.

Lembaga pemantau kargo diperkirakan merilis estimasi ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 April pada hari yang sama.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,61 persen, sementara kontrak minyak sawitnya bertambah 1,12 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat tipis 0,01 persen.

Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah naik dipicu kekhawatiran baru terhadap pasokan dari Arab Saudi serta lalu lintas tanker di Selat Hormuz yang masih terbatas. Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement