Harga minyak berjangka pada Selasa kembali turun di bawah USD100 seiring meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran segera mencapai kesepakatan damai.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), acuan AS, turun hampir 3 persen ke level USD96,49. Sementara itu, minyak mentah Brent, acuan global, melemah 0,8 persen menjadi USD98,56 per barel.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,73 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melemah 1,62 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,78 persen.
Minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pangsa pasar global minyak nabati.