Pelaku pasar menantikan rilis estimasi ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-15 April oleh lembaga survei kargo pada Rabu.
Analis tersebut menyebut pasar memperkirakan ekspor melambat setelah kinerja kuat pada Maret.
Menurut Solvent Extractors' Association of India yang berbasis di Mumbai, impor minyak sawit India pada Maret turun hampir 19 persen secara bulanan dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan, setelah lonjakan harga minyak tropis mendorong kilang menahan pembelian.
Sementara itu, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,5 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas ini lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing. (Aldo Fernando)