IDXChannel - Deutsche Bank memperkirakan harga emas akan berlipat ganda menjadi USD8.000 per ons pada 2031.
Dalam catatan riset yang diterbitkan baru-baru ini, analis Deutsche Bank, Mallika Sachdeva dan Michael Hsuah, mengamati bahwa China, Rusia, India, dan Turki serta sejumlah negara berkembang lainnya menambah simpanan emas dalam beberapa tahun terakhir.
Ini juga termasuk Kazakhstan, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Menurut kalkulasi Deutsche Bank jika kepemilikan emas mereka mencapai 40 persen dari total cadangan bank sentral global, harga emas bisa mencapai USD8.000 per ons.
Dilansir dari Moneywise pada Minggu (17/5/2026), Sachdeva dan Hsuah mengamati benang merah yang sama di antara banyak negara yang menimbun emas: kerentanan terhadap sanksi perdagangan Barat.
Selain meningkatkan simpanan emas mereka, negara-negara ini juga mengurangi cadangan dolar Amerika Serikat (AS) mereka sebagai cara untuk menghindari dampak sanksi.
Tahun lalu, Dewan Emas Dunia (WGC) mensurvei bank sentral di seluruh dunia tentang niat mereka untuk membeli emas. Sebanyak 76 persen responden mengatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan cadangan emas mereka dalam lima tahun ke depan.
Dalam survei yang sama, sekitar 73 persen responden mengatakan bahwa mereka akan mengurangi cadangan dolar AS. (Wahyu Dwi Anggoro)