sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 2 Pekan, Pasar Tunggu Risalah The Fed

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/07/2026 07:00 WIB
Harga emas dunia melemah dari level tertinggi dalam dua pekan pada Senin (6/7/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 2 Pekan, Pasar Tunggu Risalah The Fed. (Foto: Magnific)
Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 2 Pekan, Pasar Tunggu Risalah The Fed. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah dari level tertinggi dalam dua pekan pada Senin (6/7/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, penurunannya terbatas setelah muncul tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja AS yang meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot turun 0,25 persen menjadi USD4.165,11 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni.

"Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi hari ini dan itu menjadi faktor bearish bagi emas dalam perdagangan harian," kata Analis Pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

Dolar AS menguat 0,1 persen, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada Juni, disertai revisi turun terhadap data nonfarm payroll selama dua bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Meski emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menantikan risalah rapat The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

"Pelaku pasar akan mencermati risalah tersebut untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS. Kejutan apa pun dari risalah itu tentu berpotensi menggerakkan pasar," ujar Wyckoff.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 57 persen.

Dalam riset yang diterbitkan pada Jumat, J.P. Morgan menyebut permintaan emas dari sejumlah sektor utama diperkirakan tidak sekuat proyeksi sebelumnya.

Hal itu dinilai membatasi kenaikan harga emas tahun ini, dengan target sekitar USD4.300 per ons pada kuartal III-2026 dan USD4.500 per ons pada kuartal IV-2026.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3 persen menjadi USD62,17 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni.

Harga platinum melemah 0,4 persen menjadi USD1.630,86 per ons, sedangkan palladium naik tipis 0,1 persen menjadi USD1.275,43 per ons. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement