Sebaliknya, indeks dolar AS diprediksi menguat ke level 100.600 dan harga minyak mentah WTI berpotensi kembali melonjak ke angka USD113 per barel.
Menurutnya, kombinasi penguatan dolar dan minyak ini biasanya menekan rupiah, namun bagi pemegang emas, hal ini justru bisa mendorong harga domestik naik lebih tinggi.
Geopolitik menjadi faktor krusial. Ibrahim menyoroti perang di Laut Oman, di mana Iran menggunakan tanker kosong untuk mengelabui militer AS.
Meski terjadi baku tembak antara kapal perusak AS dan Iran, Ibrahim melihat Presiden AS Donald Trump masih berupaya menahan diri demi kepentingan politik domestik menjelang pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat.
“Kalau seandainya terjadi perang yaitu hanya kasih sayang Trump, Amerika terhadap Iran. Nah ini bahasa-bahasa yang menurut saya adalah bahasa menyindir yang ini pun juga membuat ketegangan kembali mereda,” kata Ibrahim.