AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Harga Meningkat Tak Wajar, BEI Pantau Saham TCPI dan CANI

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 21 Januari 2021 09:30 WIB
Imbas dari peningkatan harga di luar kebiasaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pihaknya memantau pergerakan saham TCPI dan CANI.
Harga Meningkat Tak Wajar, BEI Pantau Saham TCPI dan CANI. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Imbas dari peningkatan harga di luar kebiasaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pihaknya memantau pergerakan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI).

Berdasarkan pengumuman BEI, Kamis (21/1/2021), saham TCPI dan CANI mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham TCPI dan CANI, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," kata Lidia M Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman tertulisnya di Jakarta.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah 8 Januari 2021 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek TCPI dan 20 Januari 2021 terkait penjelasan atas volatilitas transaksi saham CANI.

Melihat hal tersebut, selaku regulator, BEI mengimbau para investor untuk memerhatikan jawaban TCPI dan CANI atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan diimbau mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan pemegang saham.

BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD