Menurut Hyerczyk, level resistance utama WTI berada pada rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari di USD70,15 per barel.
Sementara itu, Brent perlu menembus rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) di USD74,06 per barel untuk memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.
Dalam waktu dekat, pelaku pasar akan mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran setelah perundingan dijadwalkan kembali berlangsung usai 9 Juli, sekaligus memantau implementasi kenaikan produksi OPEC+.
Selama negosiasi tidak mengalami kebuntuan dan tidak muncul gangguan pasokan baru, harga minyak diperkirakan masih bergerak dalam tren melemah pada pekan ini. (Aldo Fernando)