China, yang juga merupakan importir minyak besar meski memiliki cadangan minyak mentah besar, mencatat penurunan indeks saham unggulan sebesar 2,3 persen.
Pada Senin, China melaporkan inflasi mulai meningkat pada Februari bahkan sebelum lonjakan harga minyak terbaru, dengan indeks harga konsumen naik 1,3 persen secara tahunan.
Kondisi ini tidak sepenuhnya negatif mengingat negara tersebut selama ini menghadapi tekanan disinflasi.
Bank Sentral Hadapi Dilema Inflasi
Gelombang aksi jual juga melanda Wall Street, dengan futures S&P 500 turun 2,1 persen dan kontrak Nasdaq merosot 2,5 persen.
Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX masing-masing turun 3,2 persen, sementara kontrak FTSE melemah 1,7 persen.