Perang yang berlangsung selama tiga bulan antara AS dan Iran diwarnai spekulasi berulang mengenai berakhirnya konflik, yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Meski kedua pihak mengindikasikan kesepakatan semakin dekat, masing-masing masih memberikan gambaran yang berbeda mengenai isi perjanjian tersebut.
Kantor berita Fars di Iran melaporkan bahwa kesepakatan itu, yang hingga kini belum diputuskan untuk disetujui oleh Teheran, mengharuskan Iran membuka Selat Hormuz tanpa pembatasan.
Namun, Republik Islam tersebut menyatakan pembukaan kembali jalur itu akan dilakukan sesuai pengaturan yang telah ditetapkan sebelumnya.