Harga Brent telah jatuh sekitar 11 persen sepanjang pekan ini, menjadi penurunan mingguan terdalam dalam tujuh pekan terakhir.
Sementara itu, WTI turun lebih dari 9 persen dan mencatat pelemahan mingguan terbesar dalam enam pekan.
Kedua acuan juga sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan April.
"Meski arus minyak melalui Selat Hormuz masih terbatas dan persediaan minyak terus menyusut, fokus pasar tetap tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran," kata Analis UBS Giovanni Staunovo.
Menurut dia, penurunan harga yang cukup tajam kemungkinan memaksa sebagian pelaku pasar menutup posisi beli (long position) mereka.
Sumber Reuters menyebutkan AS dan Iran pada Kamis mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata serta mencabut pembatasan pelayaran melalui Selat Hormuz.