Setelah konflik berakhir, Iran juga menyatakan akan mengatur lalu lintas pelayaran di selat tersebut dan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas.
Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz. Penutupan jalur pelayaran itu sebelumnya memicu lonjakan tajam harga energi global.
Dalam beberapa sesi terakhir, pasar minyak bergerak sangat volatil, dengan fluktuasi hingga USD6 per barel pada kedua kontrak acuan akibat sinyal yang saling bertentangan terkait kemungkinan pembukaan kembali selat tersebut.
"Pertanyaannya adalah kapan selat itu akan dibuka kembali? Saya juga bertanya-tanya kapan persediaan minyak akan menyentuh titik terendahnya," ujar Kilduff.
Ia melanjutkan, "Saya justru terkejut harga minyak tidak lebih tinggi dari sekarang."