IDXChannel - Harga minyak ditutup melemah pada Jumat (2/1/2026), hari perdagangan pertama 2026, setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020.
Pelaku pasar menimbang kekhawatiran kelebihan pasokan dengan berbagai risiko geopolitik, termasuk perang di Ukraina dan isu ekspor Venezuela.
Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup turun 0,20 persen menjadi USD60,75 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 0,20 persen ke level USD57,32 per barel.
Melansir dari Reuters, Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun perundingan yang diawasi Presiden AS Donald Trump terus berlangsung untuk mengakhiri perang yang telah berjalan hampir empat tahun.
Kyiv disebut meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dengan tujuan memangkas sumber pendanaan Moskow bagi operasi militernya.