Menurutnya, pasar mulai semakin khawatir bahwa perang ini akan berlangsung lebih lama. “Ketakutan terbesar adalah jika terjadi kerusakan parah pada infrastruktur minyak, yang bisa menyebabkan kehilangan pasokan secara permanen,” katanya.
Pengumuman terkait minyak Rusia tersebut muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan Washington akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu menekan lonjakan harga minyak.
Langkah itu dikoordinasikan dengan Badan Energi Internasional (IEA), yang sepakat melepas rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari AS.
Namun, analis IG Tony Sycamore mengatakan dalam catatannya bahwa kelegaan pasar yang sempat muncul akibat pelepasan cadangan oleh IEA dengan cepat sirna setelah risiko geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan Iran akan terus berperang dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap AS dan Israel.