Goldman Sachs pada Jumat memperkirakan harga minyak Brent rata-rata berada di atas USD100 per barel pada Maret dan sekitar USD85 per barel pada April, seiring volatilitas pasar energi akibat perang Iran, kerusakan infrastruktur energi di Timur Tengah, serta gangguan di Selat Hormuz.
Menurut analis senior LSEG Emril Jamil, Brent cenderung lebih kuat dibandingkan WTI karena Eropa lebih rentan terhadap risiko keamanan energi.
Sementara AS relatif lebih terlindungi berkat produksi minyak domestik yang besar.
Dalam indikasi lain bahwa gangguan ini bisa berlangsung lama, sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Iran telah menempatkan sekitar selusin ranjau laut di Selat Hormuz.
Langkah ini diperkirakan semakin mempersulit upaya pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut. (Aldo Fernando)