Sementara, Analis Minyak PVM, Tamas Varga mengatakan, “Cuaca dingin di AS berpotensi menyebabkan penurunan yang cukup signifikan pada persediaan minyak dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika kondisi ini berlanjut.”
Layanan pelacakan kapal Vortexa mencatat ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari pelabuhan-pelabuhan Pantai Teluk AS sempat anjlok ke nol pada Minggu akibat cuaca dingin ekstrem.
“Namun, ekspor kembali pulih pada Senin, bahkan melampaui rata-rata musiman, seiring dibukanya kembali pelabuhan,” ujar Kepala Analisis Pasar Vortexa, Samantha Santa Maria-Hartke.
Di luar AS, ladang minyak terbesar Kazakhstan, Tengiz, diperkirakan hanya mampu memulihkan kurang dari setengah kapasitas produksi normalnya hingga 7 Februari, seiring proses pemulihan bertahap pascakebakaran dan pemadaman listrik, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
“Pemulihan produksi Tengiz tampaknya berjalan lebih lambat dari perkiraan awal, sehingga menjaga pasar minyak tetap ketat,” kata Analis UBS, Giovanni Staunovo, seraya menambahkan, pelemahan dolar AS turut memberi dukungan tambahan.