Meski ketidakpastian masih tinggi, analis mencatat harga minyak saat ini masih di bawah level puncak yang sempat tercapai di awal konflik Timur Tengah.
Yawger menilai selama tidak terjadi perang skala penuh, harga minyak cenderung bergerak turun secara bertahap.
Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas cair dunia, masih hampir terhenti pada Senin, dengan hanya tiga kapal yang melintas dalam 12 jam terakhir, menurut data pelayaran.
Analis pasar Tradu, Nikos Tzabouras, menyebut selat tersebut masih berada dalam kondisi “blokade ganda”, di tengah tenggat gencatan senjata yang semakin dekat dan ketidakpastian tercapainya kesepakatan.
Ia menambahkan, faktor-faktor tersebut dapat mendorong harga minyak lebih tinggi, dan bahkan jika kesepakatan tercapai, harga sulit kembali ke level sebelum perang karena pasokan tidak bisa pulih dalam waktu singkat.