Dalam setiap skenario tersebut, pencapaian target defisit APBN dinilai akan sulit tanpa adanya penyesuaian belanja negara.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit APBN 2026 berpotensi melebar hingga 3,6 persen terhadap PDB apabila pemerintah tidak melakukan penyesuaian anggaran dan harga minyak bertahan di kisaran USD90-USD92 per barel.
Seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mengalami tekanan.
Rupiah tercatat melemah sekitar 0,23 persen ke level Rp16.990 per USD. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik 12 basis poin ke level 6,914 persen, yang menjadi level tertinggi sejak Mei 2025.
Stockbit menilai, tekanan terhadap APBN berpotensi semakin besar apabila harga minyak bertahan tinggi dalam waktu yang lama. Selain itu, lonjakan harga energi juga dapat meningkatkan tekanan inflasi sehingga berpotensi mendorong Bank Indonesia mengikuti arah pengetatan suku bunga global.