AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Harga Minyak Mentah Bakal Terus Menanjak hingga Akhir 2021

MARKET NEWS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 05 November 2021 13:54 WIB
Harga minyak mentah saat ini masih tinggi dan berkisar di angka USD80 per barel.
Minyak mentah dunia (Ilustrasi)
Minyak mentah dunia (Ilustrasi)

IDXChannel - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan harga minyak mentah saat ini masih tinggi dan berkisar di angka USD80 per barel. Mamit memproyeksikan harga kenaikan minyak tersebut akan terus terjadi hingga akhir tahun 2021. 

"Kenaikan minyak mentah ini sangat fluktuasi sekali bahkan di bulan oktober untuk jenis brent itu sendiri adalah harganya naik tertinggi yaitu pada level USD85 per barel sedangkan untuk WTI itu mencapai di level di 84 dimana ini akan akan lebih tinggi lagi sejak tahun 2014. Ini merupakan kenaikan tertinggi untuk jenis double WTI," Kata Mamit Setiawan dalam Program Market Review IDX Channel, Jumat (5/11/2021).

Mamit Setiawan mengatakan kondisi harga minyak mentah per hari ini  sempat mengalami koreksi cukup sekitar 3,2 persen yang diakibatkan Pemberitaan Arab Saudi akan menambah produksi hingga 10 juta pada Desember 2021.

"Dimana ini akan memberikan kekhawatiran kedepan yang mengakibatkan pasokan cukup signifikan jika sampai Arab Saudi terus memompa produksi mereka hingga 10 juta barrel di desember," urainya.

Tak hanya itu, kenaikan terkait cadangan minyak di Amerika sebanyak 3,3 juta barel pun dapat memicu kekhawatiran pedagang minyak.

"Ini menambahkan rasa kekhawatirkan untuk perdagangan minyak akan sedikit mengalami penurunan,  tapi saya melihatnya cenderung fluktuatif tapi berada pada posisi USD80 masih cukup tinggi saat ini," ujarnya.

Dia juga memprediksi hingga akhir tahun 2021 untuk harga minyak masih berada di angka USD80 hingga USD82 untuk jenis double WTI maupun Brent kedepannya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD