AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
14599.59
-0.46%
-67.73
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Harga Minyak Mentah dan Batu Bara RI Melonjak Tajam di Pasar Global

MARKET NEWS
Michelle Natalia
Senin, 15 November 2021 11:33 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi kenaikan atas minyak mentah dan batu bara asal Indonesia di pasar global.
Harga Minyak Mentah dan Batu Bara RI Melonjak Tajam di Pasar Global. (Foto: MNC Media)
Harga Minyak Mentah dan Batu Bara RI Melonjak Tajam di Pasar Global. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi kenaikan atas minyak mentah dan batu bara asal Indonesia di pasar global. Masing-masing komoditas tersebut pun tercatat naik sebesar 13,3 persen dan 27,58 persen.

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengungkapkan harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari USD72,2 per barel di September 2021, menjadi USD81,8 per barel di Oktober 2021.

"Jadi, minyak mentah Indonesia kalau kita hitung kenaikannya secara month-to-month(mtm) naik 13,30%, jika dibandingkan dengan Oktober 2020, atau yoy, naiknya 114,87%. Jadi secara mtm dan yoy minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan," ujar Margo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin(15/11/2021). 

Untuk beberapa komoditas non-migas, pada bulan Oktober 2021 mengalami peningkatan secara mtm, di antaranya adalah batu bara, minyak kelapa sawit, minyak kernel, tembaga, timah, dan aluminium. 

"Beberapa komoditas non migas yang naiknya cukup besar di Oktober ini adalah baru bara yang meningkat 27,58% kalau dibandingkan bulan September 2021, minyak kernel juga secara mtm naik 26,62%, demikian juga minyak kelapa sawit secara mtm naik 10,62%," ungkap Margo. 

Dia mengatakan bahwa dari komoditas non migas yang mengalami penurunan secara mtm dari segi harga, di antaranya nikel yang turun 0,07%. 

"Dengan meningkatnya harga berbagai komoditas baik migas dan non migas, tentu saja ini berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor kita, dan neraca perdagangan," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD