AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Merosot di Bawah USD80 per Barel

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 04 November 2021 13:40 WIB
Harga minyak mentah dunia kembali merosot pada pagi ini, Kamis (4/11) melanjutkan penurunan kemarin.
Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Merosot di Bawah USD80 per Barel (FOTO: MNC Media)
Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Merosot di Bawah USD80 per Barel (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia kembali merosot pada pagi ini, Kamis (4/11) melanjutkan penurunan kemarin hingga membawa harga kontrak berjangka di pasar derivatif sempat bergerak di bawah USD80 per barel.

Salah satu pemicunya datang dari kabar bahwa Iran dan beberapa negara termasuk Amerika Serikat sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tentang nuklir. Hal ini membawa kemungkinan adanya komunikasi yang mengarah terhadap penghapusan sanksi AS terhadap komoditas andalan Iran itu, yang dapat meningkatkan pasokan global.

Bertambahnya persediaan di pasar secara otomatis membuat harganya menjadi murah. Hingga pukul 10:21 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun -1,06 persen di harga USD80, sempat merosot hingga USD79,75. Sedangkan minyak berjangka Brent anjlok (-0,79 persen) di USD81,34, dan mencapai titik terendahnya di USD81,07.

Kedua harga acuan itu mencatatkan persentase penurunan harian terbesar sejak awal Agustus, dengan Brent ditutup pada level terendah sejak 7 Oktober dan WTI sejak 13 Oktober. Adapun data stok mingguan dari Biro Energi dan Administrasi AS menunjukkan adanya kenaikan stok yang lebih besar dari perkiraan.

"Penurunan harga minyak kemungkinan terjadi karena kenaikan stok minyak AS," kata Analis Komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Kamis (4/11/2021).

Vivek mencermati bahwa komunikasi Iran dan AS dapat menghidupkan kembali kesepakatan nuklir.

Diketahui, pihak Teheran dan enam negara akan memulai perundingan kesepakatan nuklir Iran pada 29 November mendatang. Iran menuntut AS agar menghapuskan sanksinya terkait pembatasan ekspor minyak.

"Pendorong yang lebih dominan dari penurunan harga minyak adalah adanya kabar bahwa AS dan Iran akan melanjutkan pembicaraan terkait menghidupkan kembali kesepakatan nuklir." lanjut Vivek.

Di samping itu, sentimen juga datang dari negara-negara pengekspor minyak bumi alias OPEC yang berencana akan mengadakan pertemuan.

Agenda tersebut diperkirakan akan menegaskan kembali rencana untuk menjaga kenaikan pasokan bulanan agar tetap stabil meskipun ada seruan untuk percepatan produksi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD