Di AS, persediaan minyak mentah dan bensin diperkirakan naik sekitar 1,7 juta barel pekan lalu, sementara stok distilat diperkirakan turun, berdasarkan jajak pendapat awal Reuters.
Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026 dalam laporan pasar minyak bulanannya. Langkah ini mengindikasikan potensi surplus pasokan yang sedikit lebih sempit tahun ini.
Analis UBS Giovanni Staunovo menilai meningkatnya ketegangan geopolitik menambah tekanan di pasar minyak, terutama karena kebijakan tarif berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mendorong sentimen penghindaran risiko. (Aldo Fernando)