Empat sumber industri mengatakan kepada Reuters bahwa peralatan di terminal tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan drone.
Reuters juga melaporkan operator ladang minyak Tengiz, TCO, telah menyatakan force majeure atas pengiriman minyak mentah ke sistem pipa CPC, mengacu pada surat internal perusahaan.
Produksi minyak di dua ladang Kazakhstan itu diperkirakan terhenti selama tujuh hingga 10 hari ke depan.
Sementara itu, volume minyak Venezuela yang diekspor melalui kesepakatan pasokan utama senilai USD2 miliar dengan AS hanya mencapai sekitar 7,8 juta barel.
Data pelacakan kapal dan dokumen dari PDVSA menunjukkan lambatnya kemajuan tersebut menghambat perusahaan minyak milik negara itu untuk sepenuhnya membalikkan pemangkasan produksi terbaru.