IDXChannel - Harga minyak cenderung stabil pada Senin (19/1/2026) seiring meredanya kerusuhan sipil di Iran, yang menurunkan kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) dan potensi gangguan pasokan dari negara produsen utama tersebut.
Perhatian pelaku pasar pun beralih ke kebuntuan politik terkait Greenland.
Minyak mentah Brent naik tipis 0,02 persen ke level USD64,14 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari ditutup mendatar di USD59,44 per barel, sama dengan penyelesaian hari sebelumnya.
Aktivitas perdagangan relatif sepi karena libur federal di AS.
Aksi penindakan keras pemerintah Iran disebut telah meredam gelombang protes yang, menurut pejabat setempat, menewaskan 5.000 orang.
Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump terlihat menarik diri dari ancaman intervensi militer yang sebelumnya sempat dilontarkan.
“Setelah kekhawatiran soal Iran mereda dalam beberapa hari terakhir menyusul rumor serangan AS, pasar kini berfokus pada isu Greenland dan sejauh mana dampak konflik antara AS dan Eropa. Perluasan perang dagang berpotensi memengaruhi permintaan,” kata analis Rystad Energy, Janiv Shah, dikutip dari Reuters.