“Pasar juga mencermati risiko kerusakan infrastruktur Rusia dan pasokan distilat, terutama ketika cuaca dingin diperkirakan melintasi Amerika Utara dan Eropa, yang turut menambah kegelisahan pasar,” kata analis PVM Oil Associates John Evans.
Dalam jangka lebih panjang, pasar minyak mentah diperkirakan masih menghadapi tekanan dari meningkatnya pasokan minyak Venezuela ke wilayah Teluk AS.
Namun, proyeksi baru Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global lebih kuat pada 2026 berpotensi mengangkat ekspektasi permintaan, ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.
“Pasar akan terkunci oleh tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish, sehingga pergerakannya cenderung mendatar,” kata Flynn. (Aldo Fernando)