Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran, di tengah perang yang kini mendekati enam bulan.
Pengumuman itu menyusul ancaman Presiden Donald Trump pada pekan lalu untuk menerapkan "perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Iran.
Namun, analis strategi investasi Raymond James Pavel Molchanov menilai pengumuman Bessent tidak membawa banyak hal baru karena langkah tersebut sebelumnya telah disinyalkan.
"Pasar minyak telah menguat cukup tajam pekan lalu sehingga aksi ambil untung terjadi hari ini," kata Molchanov, dikutip Reuters.
Ia juga mempertanyakan apakah Gedung Putih mampu menerapkan kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan memberikan dampak jauh lebih besar terhadap perekonomian Iran.