Data pelayaran menunjukkan kurang dari 20 kapal komoditas melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan. Blokade Iran dan AS membatasi lalu lintas melalui jalur penting bagi pengiriman energi tersebut.
CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne mengatakan perusahaan minyak tersebut masih dapat mengangkut minyak melalui Selat Hormuz secara menguntungkan. Biaya transportasi yang lebih tinggi disebut masih dapat tertutupi oleh diskon besar yang diberikan produsen minyak mentah.
Sementara itu, SOMO Irak dan QatarEnergy menawarkan minyak mentah untuk dimuat di dalam kawasan Selat Hormuz melalui tender, menurut sejumlah pedagang.
Analis SEB Bjarne Schieldrop menilai harga Brent yang berada di sekitar USD93 per barel, jauh di bawah kisaran USD120-USD150 per barel, menunjukkan bahwa pasokan minyak masih cukup mengalir melalui Selat Hormuz dan kawasan Teluk Persia secara umum.
Menurutnya, situasi dapat berubah apabila Iran benar-benar memutuskan menutup Selat Hormuz menggunakan rudal dan drone.