Analis geopolitik Rystad Energy Jorge Leon mengatakan pertanyaan utama saat ini adalah seberapa agresif Washington akan menegakkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran yang masih tersisa.
"Jika China tidak mengurangi pembelian secara signifikan, dampak tambahan terhadap pendapatan minyak Iran kemungkinan relatif terbatas," ujarnya.
Iran sebelumnya mengecam rencana AS untuk memberlakukan sanksi baru. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Pada Senin, Kepala Angkatan Darat Pakistan berkunjung ke Teheran untuk melakukan pembicaraan mediasi, menjelang pengumuman sanksi baru oleh AS.
Di sisi lain, pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih menghadapi kendala. Jalur strategis tersebut sebelumnya menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.