Selain itu, dukungan kebijakan muncul dari Australia Barat yang menawarkan pinjaman tanpa bunga untuk membantu penambang nikel kembali beroperasi dan meningkatkan produksi.
Soal logam dasar lainnya, harga tembaga melonjak ke level tertinggi dalam tiga pekan setelah gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan selera risiko pasar.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik sekitar 3 persen ke kisaran USD12.680-USD12.690 per ton, level tertinggi sejak 18 Maret.
Analis ING menyebut, dikutip Dow Jones Newswires, meredanya kekhawatiran terhadap jalur pelayaran global menjadi penopang utama sentimen pasar logam.
Ke depan, arah harga logam akan ditentukan oleh keberlanjutan gencatan senjata serta kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), termasuk komunikasi Federal Reserve (The Fed), data inflasi, dan pergerakan imbal hasil riil.