Analis Marex Edward Meir menilai, dikutip Reuters, penurunan tajam harga minyak turut memperkuat prospek logam dasar karena menurunkan risiko perlambatan ekonomi global.
Harga minyak yang merosot lebih dari 13 persen setelah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz mengurangi potensi guncangan energi yang dapat menekan pertumbuhan dan manufaktur dunia.
Pelemahan dolar AS ke level terendah dalam sebulan juga membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendukung kenaikan harga logam.
Logam dasar lainnya turut menguat. Aluminium London naik 0,1 persen menjadi USD3.479 per ton, sementara kontrak aluminium paling aktif di Shanghai menguat 0,5 persen ke 24.760 yuan per ton.
Di antara logam lain di London Metal Exchange (LME), timah melonjak 4,7 persen, seng naik 0,5 persen, timbal bertambah 0,7 persen, dan nikel menguat 2 persen.