IDXChannel - Harga nikel dunia menguat ke kisaran USD17.300 per ton pada Rabu (8/4/2026), didorong optimisme pasar terhadap kebijakan pemangkasan kuota produksi Indonesia untuk 2026.
Kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berada di kisaran 190-200 juta ton memberi sinyal disiplin produksi, sehingga membantu menjaga stabilitas harga di rentang USD17.000-USD17.400 per ton meski pasar masih menghadapi kelebihan pasokan global.
Sentimen investor pun tetap terjaga, walau proyeksi surplus nikel pada 2026 masih membatasi kenaikan harga.
Mengutip Trading Economics, permintaan nikel global masih relatif lemah seiring produksi baja nirkarat yang melimpah dan aktivitas manufaktur yang belum pulih kuat.
Adopsi sektor baterai juga belum memberikan dorongan permintaan signifikan dalam waktu dekat.