Riset Stockbit pada Jumat (2/1/2026) menilai, kondisi tersebut menambah kekhawatiran pasar bahwa kebijakan RKAB, meski berpotensi menopang harga komoditas, dapat menahan volume produksi dan penjualan emiten pada awal 2026.
"Tanpa persetujuan RKAB, emiten tambang berpotensi menghentikan sementara kegiatan operasional, sehingga produksi dan penjualan pada 2026 tertahan," tulis Stockbit.
Selain itu, pasar juga masih mencermati tingginya stok nikel di LME yang telah melampaui 250 ribu ton per 31 Desember 2025, jauh di atas rata-rata 2025 sekitar 212 ribu ton dan posisi awal tahun di kisaran 160 ribu ton. Level persediaan yang tinggi ini berpotensi membatasi ruang kenaikan harga nikel ke depan.
Meski dibayangi ketidakpastian kebijakan, penguatan harga nikel tetap mendorong pergerakan saham emiten di lantai bursa.
Hingga Jumat (2/1/2026), saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) melonjak 13,99 persen, disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 8,77 persen.