IDXChannel - Harga nikel naik pada Selasa (19/5/2026) di tengah kekhawatiran baru terhadap pasokan dari Indonesia sebagai produsen utama, setelah Tsingshan Group meminta produsen nickel pig iron (NPI) di kawasan industri Weda Bay memangkas produksi guna menghemat listrik untuk produksi aluminium.
Kontrak nikel tiga bulan acuan di London Metal Exchange naik 1,47 persen menjadi USD18.840 per ton, hingga pukul 14.33 WIB.
Kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange melonjak 2,06 persen dan ditutup di level 144.990 yuan pada perdagangan sesi siang.
Tsingshan pekan lalu meminta produsen NPI, bahan baku utama baja tahan karat, untuk mengurangi output, seiring grup tersebut mulai mengalihkan fokus ke aluminium setelah harga yang lebih kuat mendongkrak margin keuntungan, menurut laporan Reuters pada Senin.
Grup tersebut mengoperasikan fasilitas peleburan NPI dan aluminium di Weda Bay, di mana kedua bisnis bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara captive.
Langkah ini menunjukkan ekspansi bisnis aluminium Tsingshan mulai menekan produksi nikelnya.
Produsen NPI di kawasan industri itu juga menghadapi tekanan akibat terganggunya pasokan bijih nikel menyusul pengurangan tajam kuota tambang.
Eramet menyatakan tengah merencanakan penghentian produksi di tambang Weda Bay pada Mei sambil menunggu kejelasan tambahan alokasi kuota.
Analis Citi pada Senin menyebut aluminium berpotensi memasuki reli terbesar dalam 50 tahun terakhir setelah perang Iran memicu guncangan besar pada pasokan.
Konflik tersebut diperkirakan memangkas sekitar 3 juta ton pasokan dan mendorong pasar masuk ke kondisi defisit struktural ketika kapasitas cadangan hampir habis dan persediaan berada di level terendah dalam 55 tahun.
Citi kini memperkirakan harga aluminium melonjak ke USD4.000 per ton dalam tiga bulan ke depan apabila gangguan terhadap permintaan tetap terbatas.
Harga aluminium acuan London naik tipis 0,10 persen, sementara kontrak aluminium paling aktif di SHFE menguat 1,14 persen.
Di antara logam lainnya di LME, harga tembaga turun 0,31 persen, seng naik tipis 0,04 persen, timbal melemah 0,38 persen, dan timah naik 0,35 persen.
Sementara di SHFE, harga tembaga naik 0,42 persen, seng menguat tipis 0,04 persen, timbal naik 0,21 persen, dan timah bertambah 0,67 persen. (Aldo Fernando)