Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 60,30 persen ke Rp266 tercatat memiliki PE hanya 2,50 kali dan PBV 1,37 kali. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang turun 25,31 persen ke Rp1.195 diperdagangkan pada PE 20,87 kali dan PBV 2,10 kali. (Lihat tabel di bawah ini.)

Dari kelompok Hapsoro, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi salah satu yang paling mencolok. Harga sahamnya telah turun 57,55 persen ke Rp590 per saham, namun masih memiliki PE mencapai 730,78 kali dan PBV 7,11 kali.
Kemudian, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 58,88 persen ke Rp4.050 dengan PE 49,45 kali dan PBV 12,16 kali. Sementara PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melemah 49,67 persen ke Rp3.070 dengan PE 26,82 kali dan PBV 3,55 kali.
Tekanan juga terlihat pada saham milik Grup Sinar Mas. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat menjadi salah satu saham dengan koreksi terdalam setelah anjlok 83,54 persen sejak awal tahun ke level Rp660 per saham. Meski demikian, saham ini masih diperdagangkan pada PE 33,47 kali dan PBV 4,19 kali.
Dari kelompok Salim dan Agung Sedayu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 54,56 persen ke Rp5.725 per unit dengan PE 61,88 kali dan PBV 3,75 kali. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 46,77 persen ke Rp3.420 dengan PE 27,27 kali dan PBV 2,66 kali.