IDXChannel - Harga tembaga di London dan Shanghai bergerak dalam kisaran terbatas pada Jumat (22/5/2026), seiring investor mencermati perkembangan terbaru terkait perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,61 persen menjadi USD13.598,50 per ton pada pukul 10.30 WIB.
Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun 0,24 persen menjadi 104.480 yuan.
Secara mingguan, harga tembaga LME tercatat naik 0,65 persen, sedangkan tembaga Shanghai melemah tipis 0,11 persen.
Mengutip Reuters, pelaku pasar menyebut investor masih enggan mengambil posisi besar karena pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik, terutama terkait konflik AS-Iran, yang turut memengaruhi harga minyak, mata uang, dan obligasi.
Harga minyak naik pada Jumat setelah investor menimbang peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Meski kedua pihak melaporkan adanya kemajuan dalam pembicaraan, sejumlah perbedaan penting masih tersisa, termasuk soal stok uranium Iran dan pengawasan di Selat Hormuz.
Minyak mentah Brent masih diperdagangkan di atas USD100 per barel, menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi.
Selat Hormuz tetap menjadi perhatian pasar karena gangguan di jalur tersebut memperketat aliran energi global dan memicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak dapat membuat suku bunga global bertahan tinggi lebih lama.
Kekhawatiran inflasi itu turut menopang dolar AS yang bertahan dekat level tertinggi dalam enam pekan.
Kondisi ini membuat logam yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Di pasar logam LME lainnya, aluminium naik 0,22 persen, seng menguat 1,01 persen, timbal bertambah 0,10 persen, nikel naik 0,31 persen, dan timah melonjak 1,37 persen.
Sementara di SHFE, aluminium turun tipis 0,10 persen, seng melemah 0,02 persen, timbal naik 0,51 persen, nikel turun 0,59 persen, dan timah menguat 0,09 persen. (Aldo Fernando)