Seiring dengan menurunnya produksi bijih timah, produksi logam timah juga mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi 17.815 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 18.915 metrik ton.
Adapun penjualan logam timah turun 5 persen menjadi 16.634 metrik ton. Di mana penjualan logam timah domestik sebesar 5 persen dan ekspor sebesar 95 persen.
Enam besar negara tujuan ekspor meliputi Singapura 23 persen, Korea Selatan 21 persen, Jepang 17 persen, Belanda 7 persen, Italia 3 persen dan China 3 persen.
Kontribusi penjualan ekspor perseroan mencapai sekitar 24 persen dari total ekspor timah Indonesia sebesar 53.050 metrik ton, serta menyumbang sekitar 3 persen dari total ekspor timah global sebesar 371.369 metrik ton.
(DESI ANGRIANI)